FORUM NIMBUZZ KALIMANTAN
DAFTAR DULU YA PLEND
lol!lol!lol!lol!


FORUM NIMBUZZER KALIMANTAN
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 TAK GAPTEK DENGAN GADGET, WANITA SUKAI MODEL TAPI TAK PAHAM FITURE

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
vireles
Admin


Jumlah posting : 119
Join date : 23.11.09
Age : 27
Lokasi : samarinda

PostSubyek: TAK GAPTEK DENGAN GADGET, WANITA SUKAI MODEL TAPI TAK PAHAM FITURE   Sun Nov 29, 2009 2:41 am

Tak Gaptek dengan Gadget, Wanita Sukai Model, Tak Paham Fitur

Jangan beranggapan piranti berteknologi canggih (baca:gadget) hanya dominasi kaum pria. Sudah saatnya wanita berkarier turut memanfaatkan kelebihannya. Jangan cuma tertarik model dan gayanya.

Produsen gadget pun tak melewatkan kesempatan dengan beramai-ramai menciptakan gadget tercanggih yang memudahkan manusia melakukan banyak hal hanya dalam satu kali klik. Bahkan merancang gadget sesuai segmen dan kebutuhan mereka. Ponsel, iPod, MP3, PDA, hingga flybook atau notebook untuk wanita dirancang dalam model yang begitu anggun dan feminin. Bahkan salah satu program di dalamnya membantu dalam perhitungan siklus haid. Sebaliknya, ada gadget yang sengaja dirancang untuk pria dengan model yang mengesankan macho dan cool.

Soal pemilihan gadget, wanita cenderung lebih mengutamakan tren dibandingkan kebutuhan. Bahkan tak sedikit wanita lebih mengutamakan gengsi ketimbang kebutuhan. Punya gadget canggih, namun mereka tak mengenali semua fiturnya, apalagi paham mengoperasikan.

Pakar teknologi dan telematika, Roy Suryo, mengatakan, teknologi menjadi sangat bermanfaat jika tepat sasaran. Artinya, memahami teknologi harus sesuai dengan kebutuhan agar tidak sia-sia. “Jika membeli teknologi hanya demi gengsi, seseorang tak lebih sebagai sasaran konsumtif produsen teknologi,” jelasnya.

Menurut Roy, teknologi semacam gadget diciptakan agar kerja manusia semakin mudah. Ponsel misalnya, merupakan teknologi komunikasi informasi yang kini fiturnya semakin gila-gilaan. Tujuannya, semakin memudahkan manusia berkomunikasi lintas wilayah. Bisnis antarnegara, misalnya, bisa terselesaikan dalam waktu beberapa menit saja. “Konsumen tentu akan memilih jenis ponsel dengan fitur paling lengkap. Di sinilah produsen bersaing,” terangnya.

Soal pemilihan teknologi, kata Roy, juga tidak terlepas dari selera setiap orang. Misalnya, zaman sekarang masyarakat menganggap memiliki ponsel minimal 3G, berkamera, dan bentuknya minimalis. “Saya justru tidak suka yang berkamera dan senang yang bentuknya gede. Ini soal selera,” selorohnya.

Pemanfaatan gadget untuk efektivitas karier, memang tak diragukan lagi. Ponsel, misalnya, kini banyak diburu yang memiliki kemampuan komputasi plus mengakses internet nirkabel. Wanita karier dengan jam terbang tinggi tak perlu susah-susah membawa laptop besar. Telah muncul communicator guna menjawab kebutuhan tersebut. Keberadaan ponsel jenis ini pun kian bersaing dengan PDA yang memiliki kemampuan komunikasi plus komputasi. ame

[b]Ayo, Kuasai Teknologi !

Kebutuhan terhadap gadget memang tak pandang gender. Pria dan wanita memiliki potensi yang sama memiliki gadget, terlebih bagi wanita karier. Namun, menurut pakar komunikasi dan telematika, Roy Suryo, umumnya wanita lebih melibatkan emosi ketimbang pria yang lebih melibatkan rasio. Ini salah satu alasan, mengapa banyak wanita yang tidak terlalu paham fitur ketika memiliki gadget dengan fasilitas tercanggih sekalipun. Ini karena pemahaman fitur melalui buku petunjuk adalah persoalan teknis yang memakai rasio.
“Wanita umumnya tidak tertarik (persoalan teknis). Asal modelnya keren dan trendi, sesuai budget maka gadget ada di tangan,” timpalnya.

Hal tersebut sejalan dengan pengakuan Ika, salah satu wanita karier yang memanfaatkan gadget. Kebutuhan utama memilih ponsel, baginya hanya sebatas panggilan keluar-masuk, mengirim pesan pendek, pengarsipan data, dan mencatat appointment dalam reminder. Namun, ia memilih membeli communicator.

“Dari dulu saya mengidamkan Nokia 9300, jadi saya membelinya,” tukas wanita yang berprofesi sebagai manajer pemasaran di Surabaya. Uniknya, meski berbulan-bulan memiliki, Ika mengaku masih gaptek memanfaatkan fitur akses internet nirkabel. Ia mesti harus didampingi seorang teman saat menggunakannnya. Bahkan fitur kamera hanya diisi puluhan foto pribadi, tak satupun terkait urusan kantor.

Roy melanjutkan, gadget bisa menjadi suatu teknologi yang tepat guna, mampu menunjang pekerjaan, dan menjadi kawan yang pas di saat luang. Namun, mengingat selera dan kebutuhan masing-masing orang tak sama, tak ada teknologi yang benar-benar mampu menjawab semua kebutuhan manusia. Karena itu, membeli teknologi demi gengsi tak bisa disalahkan.

Sementara itu, bagi orang tertentu, semangat mempelajari teknologi akan muncul jika mendapatkan teknologi yang sesuai dengan seleranya. “Namun, agar tidak terjebak konsumerisme, kenalilah kebutuhan Anda terhadap teknologi yang hendak dimiliki,” sarannya.

Roy juga mengatakan, teknologi gadget ibarat ’sampah.’ Jenis dan model gadget berkembang pesat hanya dalam hitungan bulan. Berganti-ganti teknologi tentu juga akan menguras kocek. “Produsen gadget mampu menciptakan sesuatu yang seolah-olah dibutuhkan konsumen. Mereka menciptakan tren yang sebetulnya bukan bersumber dari kebutuhan,” pungkasnya.ame
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
TAK GAPTEK DENGAN GADGET, WANITA SUKAI MODEL TAPI TAK PAHAM FITURE
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [PO] Kaos Ninja Keren gan dijamin!! Nyesel gak masuk !
» perbedaan wanita dan cewek
» JUAL Kondom Tangki Ninja 250. Biru Dongker Metallic. Model ZX10. Rp.300.000.
» bercanda dengan LOGIKA
» [Blender] How to Cellshading

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM NIMBUZZ KALIMANTAN :: ENTERTAINMENT / DUNIA HIBURAN :: Gadget Lainnya-
Navigasi: